4 ma self : peace baby..
‘many people suffer all their lives because they do not accept
and come to terms with the feelings of anger, frustration, resentment,
fear, despair…which they experience‘.
ini adalah sebuah statement dari Iris Barrow dalam Make Peace With
Yourself, yang saya kutip dari tulisan Gede Prama disebuah blog. qoute
ini sangat menarik, karena fenomena ini ngga sedikit saya temui
disekeliling saya, terutama dalam kisah percintaan
dalam bahasa yang lain, sering ingin tak sesuai dengan realita, dan
tidak sedikit yang “keukeuh”, “ngeyel”. mungkin dalam perspektif
positifnya, saya menganggap, tengah berikhtiar. tapi kadang ada yang
kita lupa tentang batasan ikhtiar itu sendiri.
benar, agar usaha kita tidak cukup dengan sekedar usaha. dalam
istilah orang arab, usaha itu artinya muammalah (katanya sih berasal
dari kata “amal”, yang artinya usaha). sementara umat muslim itu
dimintanya berikhtiar. sejauh pemahaman saya, perbedaan muammalah dan
ikhtiar ada di kata-kata “Sepenuh hati”. jika muammalah hanya berarti
berusaha, maka ikhtiar adalah “berusaha sekuat tenaga, sepenuh hati,
semaksimal mungkin”.
namun, ada 1 hal yang berada diluar kekuasaan kita sebagai manusia.
makanya, setelah beriktiar, yang diiringi dengan doa, manusia disuruh
untuk pasrah. in my opinion, pasrah hanya milik orang yang sudah
benar-benar berusaha, orang yang beriktiar, bukan sekedar bermuammalah.
dan buat saya, pasrah ada di area hasil.
nah, celakanya, kita sering “kemaruk”, karena ingin hasil juga
berada dalam kendali kita. disinilah kadang kita tidak siap untuk
pasrah kepada zat yang menciptakan kita. sering saya guyon “kalo mo
ngatur sampe ke hasilnya ya jadi Tuhan aja sekalian ehiuehiuehiue”.
padahal Dia hanya minta kita tidak mengganggu gugat 4 hal : hidup,
mati, rejeki, dan jodoh..
tidak sekali dua kali Tuhan memberikan “pertanda-Nya” pada kita.
hampir setiap detik malah. tapi kadang kita tidak mau mendengarkannya.
lebih parah lagi, kita justru tidak pernah tau, yang mana yang
pertanda, yang mana yang pembenaran diri sendiri
our mind is a wonderful gift. Use it to work for us, not against us. and it will work more powerfull when mind and soul work in the same frequencies…
ya..
buat saya, kata hati saya tidak pernah bohong. saya yang sering
membohongi kata hati. dan hidup itu indah jika antara hati dan fikir
serta seluruh indera kita bekerja dalam frekuensi yang sama
dan kita baru bisa mendengarkan kata hati, jika kita sudah mengenal diri kita sendiri..
so?
know our self, listen to our heart, used our mind, synchronize
heart and mind, never ending endeavor, praying, then let God do Gods
job …:)
for d’Y: makasiy buat inspirasi nya..